Wednesday, May 15, 2013

Akun Skype Premium II

Kuliah Online, seperti yang saya ceritakan dimulai dengan serba ketergesa-gesaan. Jadi jauh dari sempurna. Tapi tekat kita adalah maju terus meskipun semuanya serba tidak lengkap. Kita harus bekerja dulu kalau ingin melakukan evaluasi.

Setelah Kuliah Online berlangsung sekali dan memperoleh respon yang positif dari banyak kawan, saatnya memperbaiki sedikit demi sedikit. Awalnya adalah keinginan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan STAIN Jember yang ingin membroadcast Kuliah Online di lingkungan mereka berdua. Di satu sisi, kita senang, karena program Online bisa disaksikan oleh kalangan yang lebih luas. Tapi justru inilah masalahnya. Akun skype yang kita pergunakan untuk tele-conference dengan nara sumber ternyata tidak mendukung untuk dipergunakan untuk group-video-teleconference. Penyebabnya adalah akun yang kita pergunakan adalah akun gratisan yang hanya bisa dipergunakan untuk video conference 2 orang saja, sehingga kalau dipaksakan maka fihak STAIN Jember dan UIN Malik Ibrahim hanya bisa mendengar audio (suara) tanpa bisa melihat gambarnya (vidio), kecuali kalau akun skype yang kita miliki dinaikkan statusnya menjadi akun premium (berbayar).Tadi siang, 14 Mei 2013 kita melakukan ujicoba untuk berkomunikasi tiga arah. Ternyata ketika kita mencoba berkomunikasi (video teleconference) tiga arah kita memperoleh peringatan bahwa akun yang kita miliki harus dinaikkan statusnya menjadi akun berbayar. Kita memperoleh pelajaran berharga bahwa layanan gratis juga ada batasannya.

"Ini harus dicarikan solusinya sesegera mungkin" besok adalah hari H. dan ini tidak boleh ditunda lagi. Saya minta Joko Liswadi untuk mencari info berapa uang yang harus kita bayarkan, supaya status kita menjadi premium. Ketemu juga informasinya bahwa dana yang harus dikeluarkan untuk berlangganan satu  bulan sebesar kurang dari  8 Euro atau tidak lebih dari 100 ribu rupiah. "Jumlah yang tidak terlalu besar. Andai fakultas keberatan untuk mengeluarkan uang sebesar itu saya bisa bayari" begitu kira kira yang saya ucapkan ke Joko Liswadi yang selama ini mengurusi teknis Kuliah Online. Masalahnya bukan jumlah uang yang harus dibayar, tapi ini adalah program fakultas Adab. Saya tidak ingin ada kesan Kuliah Online adalah program pribadi saya. Maka fihak fakultas harus diberitahu masaah ini.

Maka saya tarik salah satu pimpinan fakultas Adab. Tepatnya Agus Aditoni, yang tidak lain adalah wakil Dekan urusan kemahasiswaan. Dia saya tarik ke ruang bagian akademik dan saya ajak duduk didepan laptop, saya jelaskan duduk permasalahannya. Saya katakan, kita tidak boleh mundur, to be or not to be. besok akun skype kita harus berubah menjadi premium.

Ketika ditanya berapa dana yang dibutuhkan, saya jawab kurang dari 100 ribu. Dia kontan menjawab, saya punya dana tunjangan PD III yang bisa dipergunakan. Kali ini saya tetap mengatakan, ini bukan persoalan jumlah uang yang harus disediakan, tapi pak Dekan harus mengetahui persoalannya. Dia jawab "Okey saya akan beritahu pak Dekan. Saya katakan harus dieksekusi sore ini apapun resikonya dengan sedikit memaksa. Akhirnya pembicaraan terputus karena Agus meninggalkan kita untuk memberitahukan problem ini ke pak Dekan.

Tak lama kemudian, dia datang ke meja saya dan memberitahukan bahwa pak Dekan memberi lampu hijau. Masalah berikutnya muncul. uang tersebut harus dibayar dengan kartu kredit, padahal tidak ada satupun dari kita yang memiliki credit card. Pontang panting cari pegawai fakultas Adab yang memiliki kartu kredit, ternyata setali tiga uang, boten wonten sing gadah. Saya, Joko, Agus tidak ada yang punya. Bu Tutik yang memiliki ternyata tidak membawanya dan ditinggal dirumah  Pak Masyhudi berkata ada tiga orang yang kemungkinan memiliki kartu kredit. Aslamiyah (staf akademik), Zumaroh dan Lilis Maslakah (keduanya adalah mantan pegawai Adab). Zumaroh sekarang kerja di kantor pusat sedangkan Lilis sekarang kerja di Fakultas Dakwah. Ketika saya tanya, Aslamiyah mengatakan bahwa dirinya tidak punya Credit Card. Sedangkan Zumaroh juga mengatakan hal yang sama kalau dia tidak lagi memiliki kartu kredit. Harapan saya tinggal kepada Lilis.

Dua kali saya telpon gak nyambung, akhirnya dengan bantuan bu Tutik, nyambung juga akhirnya. Dia punya kartu kredit, tapi saat itu sedang di luar kampus untuk suatu keperluan. Ketika saya tanyakan apakah kartu kreditnya bisa dipinjam untuk keperluan tersebut. Dia membolehkan, tapi tetap saya di suruh bersabar karena lokasi tempat dia berada masih jauh dari IAIN Sunan Ampel. Singkat cerita akhirnya Lilis tiba di Fakultas Adab dan saya minta Joko untuk mengupgrade akun skype kita. Akun skype yang kita miliki telah diupgrade menjadi akun premium selama tiga bulan ke depan dengan membayar 15, 71 Euro atau kurang dari 200 ribu rupiah.

Kira kira jam 15:15 akun skype gratisan yang kita miliki berubah menjadi akun premium. Itu artinya besok kita bisa melakukan video conference bersama sambil melihat wajah kita masing masing Dengan demikian di tiga bulan ke depan akun tersebut bisa dipergunakan untuk video conference bersama lima orang.

Satu problem kita pecahkan, tapi saya yakin masih akan muncul banyak prolem yang harus dipecahkan dalam rangka melayani mahasiswa dengan lebih baik.
Surabaya, 14 Mei 2013
salam,
Amiq Ahyad

3 comments: