Friday, May 24, 2013

Rancangan agenda Kuliah Online IV

Alhamdulillah, baru saja saya mendapat konfirmasi kesediaan pembicara untuk Kuliah Online seri IV. Insya Allah akan disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Rubiyanto, tema dan waktu akan diinformasikan sesegara mungkin. Prof. Dr. Agus Rubiyanto adalah guru besar pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang kini menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI untuk negara Jerman di kota Berlin. Tunggu informasi selanjutnya.

Tuesday, May 21, 2013

Kuliah Online seri III

The Kuliah Online initiative dengan bahagia akan kembali menyelenggarakan Kuliah Online seri pada
Hari    : Kamis
Tanggal: 30 Mei 2013
Jam : 15:00 wib
Tempat : Laboratorium SPI Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya
Tema : Menjadi Muslim di Kawasa Eropa: Tantangan Da'wah bi al-Hal
Pembicara : Ibrahim Kholilul Rohman, Ph.D ( Chalmers University of Technology Swedia). Untuk sementara formulir pendaftaran sedang diperbaiki dan akan segera diumumkan secepat mungkin. Bagi yang berminat silahkan catat waktunya di agenda.

Dokumentasi audiovisual Kuliah Online

Sebenaarnya, Joko Liswadi mengusahakan untuk merekam kegiatan Kuliah Online dengan sebuah program. Sehingga kegiatan Kuliah Online seri II bisa terekam secara audiovisual (suara dan gambarnya). Ini tentu saja penting buat kami sebagai sarana pembelajaran dan penyempurnaan di masa mendatang. Malam hari Joko menginbox ke akun facebook saya dengan mengatakan bahwa ia salah mengatur program sehingga hanya suara yang terekam sedangkan gambar yang seharusnya terekam juga karena kurang teliti akhirnya tidak jadi terekam.
Pesan singkatnya tentu saya jawab "no problem" suatu saat pasti bisa kita lakukan lebih baik. Toh kita sudah tahu caranya. Suatu saat kegiatan Kuliah Online akan muncul di youtube. Hanya persoalan waktu saja.

Monday, May 20, 2013

Audio Kuliah Online II

Bagi kawan kawan yang tidak sempat hadir tapi ingin mendengarkan hasil Kuliah Online dengan thema "Politik Minyak dan Arab Spring" dapat mengunduhnya di http://www.4shared.com/zip/LfZe39-N/Kuliah_Online_II.html. Saya mengucapkan terima kasih kepada Joko Liswadi yang telah merekam hasil Kuliah Online II.

Thursday, May 16, 2013

Rencana Kuliah Online seri III

Alhamdulillah baru saja memperoleh kepastian kesediaan mas Ibrahim Kholilurrahman, Ph.D untuk berbagi pengetahuan dengan kita pada Hari Kamis, 30 Mei 2013, jam 15:00 seperti biasa. Ibrahim Kholilurrahman adalah peraih gelar doktor di bidang ekonomi dari Chalmers University of Technology Swedia, yang kini bekerja di The European Isvestment Bank di Swedia. Informasi lebih lengkap tentang pembicara bisa dilihat di aku Facebooknya.
Tema Kuliah Online seri III akan segera diupdate.

Kuliah Online Seri II

Kemaren, 16 Mei 2013 jam 15:00 Kuliah Online terlaksana dengan sukses dan istimewa. Sukses bukan karena pesertanya bertambah banyak, sebab pesertanya justru berkurang dari Kuliah Online seri sebelumnya. Sukses karena program ini dapat menjaga keberlangsungannya. Istimewa karena Kuliah Onle seri kedua ini juga dibroad cast di dua lembaga pendidikan tinggi Islam yang dahulu pernah menjadi "anak" IAIN Sunan Ampel. Kedua lembaga tersebut adalah UIN Maulana Malik Ibrahim atas inisiatif Faizuddun Harliansyah, dan STAIN Jember atas inisiatif Aisya Nurhayati. Ini pengalaman pertama, dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki.

Tidak ada yang perlu dibanggakan dari kegiatan sederhana ini. Selain sederhana, tujuannya juga sederhana, peralatan yang kita pergunakan juga sederhana. Dan yang pasti kegiatan ini bukan yang pertama. di lembaga pendidikan yang lain mungkin jauh jauh hari sebelumnya telah sering mengadakan. Yang pasti pola kegiatan seperti ini adalah pola kerja jurnalistik di banyak stasiun TV yang punya kegiatan Live on the spot. Tapi kalau boleh kita bangga, maka kebanggaan kami ada pada keinginan kita untuk mencoba bekerja dari hal yang sederhana untuk tujuan yang mulia. Keberanian kawan kawan seperti Joko Liswadi, pak Misnadi, pak Zaidun, Faizuddin, Aisya itulah yang patut diapresiasi dengan empat jempol. we proud of you all.

Peserta
Kuliah Online seri kedua diikuti oleh tiga lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam di tiga kota di Jawa Timur. STAIN Jember, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Di Jember, Kuliah Online dibroadcast di Pepustakaan STAIN Jember dengan diikuti oleh 47 orang. Di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kuliah Online juga dibroad cast di Perpustakaan dan dikuti oleh 25 orang. Sedangkan di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, Kuliah Online diselenggarakan di Laboratorium SPI Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya diikuti oleh 20 orang dari tiga lembaga pendidikan, IAIN Sunan Ampel, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Peserta dari Jember dan Surabaya semua memberi respon posiitif dengan penyelenggaraan program ini dan mengharap supaya kegiatan Kuliah Online dilanjutkan di masa mendatang. Bahkan salah satu mahasawa mengatakan bahwa kedepan program ini menjadi pintu bagi IAIN Sunan Ampel  goes internasional. Menurut saya harapan ini terlalu dini untuk dibebankan ke pundak para inisiator, yang bekerja bukan atas Surat Keputusan, tetapi hanya kecintaan mereka kepada lembaga pendidikan yang telah mendidiknya.

Tema Kuliah Online
Kuliah Online seri kedua mengambil tema "Politik Minyak dan Arab Spring" yang disampaikan oleh Andar Nubowo, Mahasiswa S3 EHESS Paris Perancis yang juga sedang menulis dissertasi dengan tema yang sama.
Secara kebetulan negara yang dianugerahi Tuhan dengan kandungan minyak di kawasan geografisnya merupakan negara-negara yang diperintah oleh rezim yang kurang ramah terhadap demokrasi, bahkan memiliki kecenderungan otoriter dalam pemerintahnnya. Oleh sebab itu minyak bubi bagi sebagian orang dianggap sebagai berkah, tapi bagi sebagian lainnya justru menjadi kutukan (curse)

Untuk memadamkan keinginan penduduknya untuk melakukan perlawan terhadap rezim otoriter di wilayah Timur Tengah, pemerintahnya seringkali menempuh tiga kebijakan politik.

Pertama, kebijakan pajak rendah, Bahkan kalau perlu zerro tax. kebijakan populis seperti ini akan meringankan beban hidup penduduk, dan politik pencitraan penguasa di mata penduduknya untuk menutupi otoritarianisme dan birokrasi yang korup.
Kedua, kebijakan membangun infrastruktur sosial, seperti jalan raya, rumah sakit.
Kedua kebijakan sosial ini tentu saja akan menimbulkan diskusi berkepanjangan tentang tingkat kebutuhan masyarakan akan kesejahteraan dan kebebasan. Manakah yang dibutuhkan kebebasan yang terbatas dengan peningkatan kesejahteraan, ataukah kebebasan yang luas dengan kesejahteraan sosial yang terbatas.
Ketiga, para rezim otoriter di Timur Tengah seringkali membentuk kelompok pro pemerintah untuk menandingi kelompok oposisi. Sebuah kebijakan politik dengan mata pedang ganda. Satu sisi mendukung kebebasan berserikat, di sisi yang berbeda membonsai kritik kelompok oposisi dengan dalih demokrasi. Kekuatan dana akibat cadangan minyak yang melimpah membuat rezim otoriter bertahan selama yang dia inginkan.
Arab Spring, atau gejolak sosial yang didukung oleh generasi muda (spring) di kawasan Timur Tengah tidak semuanya berhasil di negara negara penghasil minyak di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Berasil di Tunisia, Libya, Mesir, tapi gagal di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Maroko.  Kegagalan dan keberhasilan Arab Spring dalam jatuh bangunnya sebuah rezim di kawasan Timur Tengat erat hubungannya dengan cadangan minyak sebuah negara dan konstelasi politik global. Paling tidak ada dua hal yang saling berkaintan satu dengan lainnya. Semakin banyak cadangan minyak bumi dan semakin besar konsesi pertambangan yang diberikan oleh kelompok oposisi kepada negara pengolah minyak yang ada, seperti Amerika, Canada, Inggris, dan Perancis, maka kejatuan sebuah rezim otoriter di wilayah tersebur akan jatuh semudah jentikan jari tangan. Sebaliknya apabila cadangan minyak bumi telah menipis, dan kecilnya konsesi pertambangan yang diberikan oleh kelompok oposisi maka semakin sulit rezim otoriter dijatuhkan seoerti kasus Saudi Arabia.

Dengan ungkapan lain, sulit untuk memisahkan bahwa Arab Spring yang menjadi trend politik tahun 2010an dengan kepentingan negara negara industri. Atau sulit untuk menganggap bahwa Arab Spring sebagai gerakan sosial memiliki warna tunggal sebagai gerakan demokratisasi di kawasan Timur Tengah.

Kuliah Online: Menghubungkan Handycam dengan komputer

Sejak program Kuliah Online diluncur saya menyadari problem ini. Yaitu bagaimana bisa menampilkan gambar peserta Kuliah Online sehingga bisa dilihat oleh nara sumber? Cara termudah tentu saja dengan mengarahkan webcam yang build-in di komputer ke arah wajah peserta. Itu artinya, kalau ada 50 peserta maka terdapat kemungkinan untuk "otong otong" laptop ke 50 peserta. Ini yang secara berkelakar "tidak Islami"
Kalau kawan kawan ada yang tahu caranya, saya dengan senang hati menerima saran tersebut untuk perbaikan ke depan.

The Biweekly Kuliah Online.

Setiap Kuliah Online usai selalu saja saya ditanya oleh beberapa peserta : "Apakah Kuliah Online dilaksanakan seminggu sekali" dan setiap itu pula saya jawab "tidak tapi setiap dua minggu sekali"
Kuliah ini masih dikelola dengan menyempatkan waktu dicelah tugas tugas saya sebagai dosen Filologi di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel dan Joko Liswadi dan Misnadi di tengah tugas mereka berdua sebagai pegai Fakultas Adab. Kedepan, ketika Kuliah Online laku "dijual" mungkin pola organisasinya akan berubah. Yang menangani mungkin tidak lagi para sukarelawan tetapi para professional dengan missi utama mempromosikan Fakultas Adab ke masyarakat luas dengan memanfaatkan internet.

Sekarang tujuan kegiatan ini kami sangat sederhanakan sesederhana mungkin. Yaitu membuka cakrawala para mahasiswa kami bahwa dunia itu bukan hanya Wonocolo. Kalau ingin maju maka mereka tidak sendiri, banyak di belahan bumi lainnya yang akan membantu dengan senang hati. Hanya itu tidak ada tujuan muluk-muluk lainnya. Ada yang dengan bersemangat mengatakan bahwa Kuliah Online akan membawa IAIN go Internasional. Menurut saya harapan itu terlalu berlebihan untuk sebuah kegiatan yang baru berlangsung dua seri. Saya sendiri tidak pernah berpikir sejauh itu. Biarkan tim Kuliah Online Fakultas Adab bekerja secara berkesinambungan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ini dalam jangka panjang. Mengagendakan Kuliah Online dua minggu sekali. Tanpa pesan sponsor, tanpa cita cita yang muluk. Memulai sesuatu dengan langkah sederhana.
salam,
Amiq

Kuliah Online Seri Kedua

Alhamdulillah Kuliah Online seri kedua bisa terlaksana dengan sukses. Tema Kuliah Online seri kedua adalah Politik Minyak dan Arab Spring.
Kuliah Online seri kedua ini dibroadcast oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas inisiatif Faizuddin Harliansyah dan STAIN Jember atas inisiatif Aisya Nurhayati. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Andar "the next Kurtubi" Nubowo yang bersedia membagi pengetahuannya kepada kita semua. Ini pengalaman yang bikin hati deg degan. Yes we can! we should do it better in the future.

Wednesday, May 15, 2013

The Kuliah Online Initiative

Beberapa jam sebelumnya, saya dihubungi seorang kawan dari STAIN Jember yang akan bergabung untuk program Kuliah Online. Dia mengatakan bahwa untuk berlangganan Skype Premium tiga bulani berikutnynya akan ditanggung STAIN Jember. Jumlahnya sih tidak seberapa tetapi inisiatif untuk berbagi inilah yang harus diberi acungan jempol. Kontan saja saya katakan bahwa tiga bulan berikutnya mestinya juga akan ditanggung UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hanya saja saya belum memperoleh konfirmasi dari lembaga tersebut.
Inisiatif ini memunculkan semangat baru bahwa program ini akan berlangsung jangka panjang. Selamat datang di The Kuliah Online Initiative.

Dokumentasi Kuliah Online

Pada Kuliah Online seri pertama dokumentasi atas kegiatan ini baru sebatas dengan menggunakan kamera digital. Tidak mengapa kita memang ingin belajar dari pengalaman. Tujuan yang akan kita tuju adalah kesempurnaan, tapi tetap akan kita lakukan setahap demi setahap sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang kita miliki.
Kuliah Online seri kedua akan kita dokumentasikan dengan media tambahan. Nanti sore kita akan dokumentasikan dengan media digital audio recorder. Suatu saat arsipnya akan kita unggah di internet, 4 shared umpamanya. Sehingga mereka yang berhalangan hadir masih tetap memiliki kesempatan untuk menemukan jejaknya di dunia maya. Mungkin suatu saat akan kita dokumentasikan dengan video recorder, tapi tentu saja belum bisa dijawab sekarang waktunya.

Akun Skype Premium II

Kuliah Online, seperti yang saya ceritakan dimulai dengan serba ketergesa-gesaan. Jadi jauh dari sempurna. Tapi tekat kita adalah maju terus meskipun semuanya serba tidak lengkap. Kita harus bekerja dulu kalau ingin melakukan evaluasi.

Setelah Kuliah Online berlangsung sekali dan memperoleh respon yang positif dari banyak kawan, saatnya memperbaiki sedikit demi sedikit. Awalnya adalah keinginan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan STAIN Jember yang ingin membroadcast Kuliah Online di lingkungan mereka berdua. Di satu sisi, kita senang, karena program Online bisa disaksikan oleh kalangan yang lebih luas. Tapi justru inilah masalahnya. Akun skype yang kita pergunakan untuk tele-conference dengan nara sumber ternyata tidak mendukung untuk dipergunakan untuk group-video-teleconference. Penyebabnya adalah akun yang kita pergunakan adalah akun gratisan yang hanya bisa dipergunakan untuk video conference 2 orang saja, sehingga kalau dipaksakan maka fihak STAIN Jember dan UIN Malik Ibrahim hanya bisa mendengar audio (suara) tanpa bisa melihat gambarnya (vidio), kecuali kalau akun skype yang kita miliki dinaikkan statusnya menjadi akun premium (berbayar).Tadi siang, 14 Mei 2013 kita melakukan ujicoba untuk berkomunikasi tiga arah. Ternyata ketika kita mencoba berkomunikasi (video teleconference) tiga arah kita memperoleh peringatan bahwa akun yang kita miliki harus dinaikkan statusnya menjadi akun berbayar. Kita memperoleh pelajaran berharga bahwa layanan gratis juga ada batasannya.

"Ini harus dicarikan solusinya sesegera mungkin" besok adalah hari H. dan ini tidak boleh ditunda lagi. Saya minta Joko Liswadi untuk mencari info berapa uang yang harus kita bayarkan, supaya status kita menjadi premium. Ketemu juga informasinya bahwa dana yang harus dikeluarkan untuk berlangganan satu  bulan sebesar kurang dari  8 Euro atau tidak lebih dari 100 ribu rupiah. "Jumlah yang tidak terlalu besar. Andai fakultas keberatan untuk mengeluarkan uang sebesar itu saya bisa bayari" begitu kira kira yang saya ucapkan ke Joko Liswadi yang selama ini mengurusi teknis Kuliah Online. Masalahnya bukan jumlah uang yang harus dibayar, tapi ini adalah program fakultas Adab. Saya tidak ingin ada kesan Kuliah Online adalah program pribadi saya. Maka fihak fakultas harus diberitahu masaah ini.

Maka saya tarik salah satu pimpinan fakultas Adab. Tepatnya Agus Aditoni, yang tidak lain adalah wakil Dekan urusan kemahasiswaan. Dia saya tarik ke ruang bagian akademik dan saya ajak duduk didepan laptop, saya jelaskan duduk permasalahannya. Saya katakan, kita tidak boleh mundur, to be or not to be. besok akun skype kita harus berubah menjadi premium.

Ketika ditanya berapa dana yang dibutuhkan, saya jawab kurang dari 100 ribu. Dia kontan menjawab, saya punya dana tunjangan PD III yang bisa dipergunakan. Kali ini saya tetap mengatakan, ini bukan persoalan jumlah uang yang harus disediakan, tapi pak Dekan harus mengetahui persoalannya. Dia jawab "Okey saya akan beritahu pak Dekan. Saya katakan harus dieksekusi sore ini apapun resikonya dengan sedikit memaksa. Akhirnya pembicaraan terputus karena Agus meninggalkan kita untuk memberitahukan problem ini ke pak Dekan.

Tak lama kemudian, dia datang ke meja saya dan memberitahukan bahwa pak Dekan memberi lampu hijau. Masalah berikutnya muncul. uang tersebut harus dibayar dengan kartu kredit, padahal tidak ada satupun dari kita yang memiliki credit card. Pontang panting cari pegawai fakultas Adab yang memiliki kartu kredit, ternyata setali tiga uang, boten wonten sing gadah. Saya, Joko, Agus tidak ada yang punya. Bu Tutik yang memiliki ternyata tidak membawanya dan ditinggal dirumah  Pak Masyhudi berkata ada tiga orang yang kemungkinan memiliki kartu kredit. Aslamiyah (staf akademik), Zumaroh dan Lilis Maslakah (keduanya adalah mantan pegawai Adab). Zumaroh sekarang kerja di kantor pusat sedangkan Lilis sekarang kerja di Fakultas Dakwah. Ketika saya tanya, Aslamiyah mengatakan bahwa dirinya tidak punya Credit Card. Sedangkan Zumaroh juga mengatakan hal yang sama kalau dia tidak lagi memiliki kartu kredit. Harapan saya tinggal kepada Lilis.

Dua kali saya telpon gak nyambung, akhirnya dengan bantuan bu Tutik, nyambung juga akhirnya. Dia punya kartu kredit, tapi saat itu sedang di luar kampus untuk suatu keperluan. Ketika saya tanyakan apakah kartu kreditnya bisa dipinjam untuk keperluan tersebut. Dia membolehkan, tapi tetap saya di suruh bersabar karena lokasi tempat dia berada masih jauh dari IAIN Sunan Ampel. Singkat cerita akhirnya Lilis tiba di Fakultas Adab dan saya minta Joko untuk mengupgrade akun skype kita. Akun skype yang kita miliki telah diupgrade menjadi akun premium selama tiga bulan ke depan dengan membayar 15, 71 Euro atau kurang dari 200 ribu rupiah.

Kira kira jam 15:15 akun skype gratisan yang kita miliki berubah menjadi akun premium. Itu artinya besok kita bisa melakukan video conference bersama sambil melihat wajah kita masing masing Dengan demikian di tiga bulan ke depan akun tersebut bisa dipergunakan untuk video conference bersama lima orang.

Satu problem kita pecahkan, tapi saya yakin masih akan muncul banyak prolem yang harus dipecahkan dalam rangka melayani mahasiswa dengan lebih baik.
Surabaya, 14 Mei 2013
salam,
Amiq Ahyad

Akun Skype Premium I

Alhamdulillah akun yang akan dipergunakan untuk Kuliah Online Fakultas Adab sudah diupgrade dari akun gratisan menjadi akun premium. Lagi lagi dengan sedikit memaksa banyak pihak. semoga mereka mengerti. Cerita lengkapnya di episode berikutnya,

Tuesday, May 14, 2013

Kuliah Online - I-4 – Pondok Pesantren dan Lingkungan Hidup


Sebelum keberangkatan saya ke Pondok Modern Gontor Ponorogo, saya sempat berbincang bincang dengan kawan saya yang bernama Hasanain Juaini. Kepergian kita berdua ke Pondok Modern Gontor adalah dalam rangka menghadiri reuni bersama sama kawan kawan satu periode setelah meninggalkan almamater tiga puluh tahun yang lalu. Hasanain dan saya adalah kawan lama yang pernah menimba bersama ilmu keagamaan Islam di Pondok Gontor.

Hasanain adalah salah satu penerima penghargaan Internasional Raymond Magsasay di Manila beberapa tahun yang lalu. Penghargaan tersebut diberikan karena dedikasinya yang luar biasa untuk menyelamatkan lingkungan hidup di daerahnya, Narmada pada khususnya dan Pulau Lombok dan propinsi NTB pada umumnya. Saat ini dia memimpin Pondok Pesantren Putri Nurul Haramain, yang awalnya hanya memiliki 7 orang santriwati, kini melonjak menjadi lebih 1000 orang santriwati setelah 7 tahun kemudian.

Dahsyatlah kawan saya yang satu ini. Saya merasa bangga bisa memiliki kawan yang hebat ini. Paling tidak bisa bercerita kepada anak anak saya, bahwa salah satu kawan bapaknya pernah meraih penghargaan internasional seperti penghargaan yang diterima oleh presiden Abdurrahman Wahid.

Pembicaraan kita sebelum berangkat berkisar upayanya untuk menyelamatkan hutan dari penebangan yang terjadi di wilayah Pulau Lombok. Begini ceritanya.

Hasanain menceritakan dua fenomena lingkungan hidup yang saling berhubungan. Fenomena pertama adalah fenomena sampah. Menurutnya setiap tahun Pulau lombok memproduksi sampah sebanyak lebih dari 600 ribu ton sampah, yang bila salah mengelolanya maka akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok. Suatu saat pengelolaan sampah terabaikan oleh Pemprov NTB akibatnya sampah menumpuk di mana mana. Ada yang iseng memotret fenomena tumpukan sampah ini dan kemudian mempublikasikan fenomena ini di dunia maya. Dampaknya sungguh dahsyat. Kunjungan wisata ke pulau Lombok menurun drastis hingga 50 persen. Citra pulau Lombok sebagai pulau seribu masjid sama sekali tidak menolong.

Fenomena kedua, adalah fenomena penebangan pohon di Pulau Lombok. Pulau Lombok dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau, sebab tanaman tembakau salah satu tanaman primadona bagi para petani pulau Lombok. Untuk proses pengeringan, tepatnya mengoven daun tembakau hingga cepat kering diperlukan bahan bakar yang cukup banyak. Masyarakat Lombok masih mempergunakan kayu sebagai bahan bakarnya, dan kayu bakar tersebut diperoleh dengan menebang pohon di sekitarnya yang merupakan sumber utama kebutuhan kayu bakar mereka. Untuk itu, menurut penuturan Hasanain, tidak kurang 10 ribu lebih pohon ditebang untuk keperluan ini.

Dengan melihat dua fenomena sosial tersebut timbul ide, yang menurut saya sangat kreatif, ramah lingkungan dan kontekstual. Inilah yang disebut kearifan lokal. Bagaimana mengolah sampah yang menggunung itu sebagai sumber energi sebagai pengganti kayu yang bisa digunakan untuk mengeringkan tembakau. Logika sederhanan adalah, bila konversi problem lingkungan (sampah) ini menjadi sumber energi alternatif, maka minimal ada 10 ribu batang pohon di Pulau Lombok yang terselamatkan. Dengan sendiri program ini akan menjadi program reboisasi tidak langsung dan menjaga pulau Lombok dari kekeringan di masa mendatang. Konversi sampah ini bisa dengan menjadi sebagai energi alternatif dalam bentuk bricket pengganti batu bara, atau bahwa sebagai sumber energi listrik alternatif. Tentu saja pertanyaannya adalah bisakah itu semua diwujutkan? Tentu saja dua sahabat alumni pesantren tidak bisa memberikan solusi teknis, karena kita berdua bukan ahlinya. Kita berdua hanya pandai menjaring problem.

Inilah kemudian manfaatnya memiliki seorang kawan. Langsung saya menghubungi seorang kawan yang aktif di organisasi I-4 yang bernama Achmad Adhitya yang kini sedang menempuh studi S-3 di negeri Belanda. I-4 adalah organisasi yang menghimpun Ilmuwan Indonesia yang kini sedang berkiprah di luar negeri dan ingin memberikan kontribusi keahliannya untuk kemajuan Indonesia. Berkontribusi tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Mereka ingin memberikan kontribusinya dengan memanfaatkan teknologi internet dan telekomunikasi. ”I am more than happy to help” begitulah kira kira respon spontan yang saya baca saat bermassage ria dengan saya di Facebook saat saya mengutarakan permintaan tolong saya.

Sebelumnya saya juga sempat bekerja sama dengan dia saat menginisiasi program Kuliah Online dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Adhitya telah berhasil memotivasi mahasaswa Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya saat menyampaikan materi ”meraih peluang beasiswa ke luar negri” yang merupakan seri pertama Kuliah Online.

Memberikan solusi atas problem masyarakat, terutama dunia pesantren adalah missi utama bagi IAIN. Sebagai lembaga pendidikan, IAIN didirikan ya untuk itu, jadi bersinergi dengan Pondok Pesantren merupakan kehormatan yang luar biasa bagi IAIN. Saat ini mungkin kita berbicara tentang lingkungan hidup, pada kesempatan lain pasti problem lain yang harus dibantu untuk dicarikan solusinya. Ini juga pada akhirnya membuka cakrawala mahasiswa, bahwa dunia pesantren tidak hanya dunia kitab kuning, fiqih, Al-Qur’an tetapi juga dunia lingkungan hidup. Lapangan hidup menjadi lebih luas setelah kita semakin sering berinteraksi langsung dengan kehidupan sosial. Inilah salah satu contoh nyata bagaimana pesantren, IAIN memberikan kontribusi bagi problem kemasyarakatan.

Pada skala yang lebih luas lagi, inilah bentuk nyata dari sinergi segala lini potensi yang dimiliki masyarakat untuk kemajuan bersama. Mememberikan kontribusi sesuai potensi yang dimiliki. Pesantren Haramain dengan problem yang dihadapi, I-4 dengan segudang tenaga ahlinya, IAIN memfasilitasi interaksi kedua sebagai tanggung jawab sosialnya. Kesemuanya untuk kemajuan Indonesia.

Mungkin ini adalah salah satu tema yang akan kita angkat untuk Kuliah Online seri seri berikutnya

Surabaya, 14 Mei 2013
รข Amiq Ahyad

Kuliah Online berikutnya

Beberapa saat yang lalu saya berkomunikasi dengan Ibrahim Kholilurrahman, Ph. D. tentang program Kuliah Online dan meminta kesediaannya untuk berbagi pengalaman dengan peserta program Kuliah Online. Alhamdulillah gayung bersambut, dia bersedia. Selanjutnya akan kita diskusikan tanggal dan jam dilaksanakan Kuliah Online berikutnya. Insya Allah akan segera kita beritahukan program berikutnya.

Ibrahim Kholililurrahman adalah peraih gelar Doktor bidang Ekonomi yang kini tinggal bersama keluarganya di negeri Swedia.

Salam,
Amiq Ahyad

Tuesday, May 7, 2013

Group Kuliah Online

Untuk mengantisipasi permintaan beberapa kawan kawan yang akan menyebar luaskan Kuliah Online maka secara teknik kita akan membentuk sebuah group Kuliah Online di Skype ataau Google Hangout atau lainnya. Sampai hari ini ada tiga lembaga yang menyatakan ketertarikannya untuk menyebarluaskan Kuliah Online. STAIN Jember, UIN Maulana Malik Ibrahim dan STIT Raden Wijaya. Dari ketiganya, lembaga yang terakhir yang belum resmi menyatakan ketertarikannya, baru mahasiswanya yang menyampaikan ke saya.
Kita hanya akan menerima permintaan kelembagaan sehingga pendengar acara ini juga akan lebih banya bila hanya disebarluaskan oleh individu. Urusan teknis akan segera dicari solusinya sehingga maksimal sehari sebelum hari H. kita akan uji cobakan. Moto kita "Melayani yang terbaik adalah peradaban kami"
salam Kuliah Online

Monday, May 6, 2013

Kuliah Online: sebuah langkah kecil


Rencananya, serba mendadak, merencanakannya serba meledak ledak. Banyak pihak yang harus diajak bicara dengan nada tinggi (kalau tidak mau menggunakan istilah dimarahi) padahal seharusnya haram dimarahi. Mana ada seorang dosen berbicara dengan nada tinggi kepada seorang pembatu dekan?? Tapi itulah yang terjadi saat saya memompa semangat kawan kawan di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk menyelanggarakan Kuliah Online dengan memanfaatkan fasilitas internet yang dimiliki di lingkungan fakultas Adab IAIN Sunan Ampel. Dengan ini saya minta maaf yang sangat dalam atas kekurang ajaran saya. Saya memang kurang ajar,tidak sopan kalau melihat kolega yang klemar klemer untuk melakukan sesuatu demi kebaikan fakultas. Saya memang harus kurang ajar, karena memang hanya saya yang berani kurang ajar. Dan yang penting alhamdulillah Kuliah Online terlaksana. Sukses, bagi saya tidak terlalu penting, karena yang membuat saya senang adalah dengan acara tersebut saya mengetahui kekurangan fakultas. Ini mungkin ukuran keberhasilan menurut saya dalam bekerja, mengetahui kekurangan kita. Saya akan ceritakan tentang Kuliah Online.

Inspirsi utama saat akan mengadakan Kuliah Online sebenarnya saat menyaksikan Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta melakukan konferensi internasional demi  mencari solusi teknis yang tepat untuk revitalisasi kali Ciliwung. Di benak saya saat itu, kenap asaya tidak melakukan hal yang sama untuk tujuan yang lebih sederhana. Yang saya maksud dengan tujuan sederhana adalah membuka wawasan mahasiswa (termasuk di dalamnya tentu saja adalah mahasiswi) untuk mengetahui dunia luar. Ada peluang di luar Indonesia kalau kita mau mencari dan mencoba meraihnya, yaitu bea siswa studi lanjutan. Toh kita punya koneksi internet, jaringan wifi. Jadi makruh  hukumnya bila hanya dipergunakan hanya untuk berfacebook ria. Dari pikiran sederhana inilah maka komunikasi dengan dunia luar mulia saya lakukan.

Awalnya saya sosialisasikan kepada kawan saya di jejaring sosial facebook.Semuanya menyambut dengan antusias. Tapi saya belum memformulasikan ”permintaan saya” setelah yakin memperoleh dukungan strategi saya lanjutkan kepada tujuan praktis, yaitu meminta menjadi pemberi materi. Sebetulnya materi tidak terlalupenting, sebab yang penting bagi saya adalah ktesan di pikiran mahasiswa bahwakalau ia ingin maju maka ada orang sesama warga Indonesia yang memberikanuluran tangan. Itu jauh lebih penting. Maka kemudian saya banting setir menurunkan kualitas materi dari yang ”sok” berbobot menjadi hanya mencari informasi seluas luasnya mencari peluang beasiswa.

Setelah memperoleh kepastian seseorang bersedia memberi materi, ide ini kemudian saya lontarkan kepada kawan-kawan muda seperti Joko Liswadi dan beberapa dosen muda dan senior. Tanggapan yang saya peroleh beragam, ada yang suka, kurang suka ada yang hanya menjadi pendengar alias tidak berkomentar.Sikap pesimis kebanyakan saya dengar dari dosen senior. Tapi saya maklum, sebabmungkin mereka berkali kali mencoba memperbaiki kondisi fakultas dan setiap itu mereka menabrak tembok yang super tebal. Yang penting adalah tenaga muda,karena merekalah yang akan saya ajak bekerja. Untuk memajukan sebuah lembaga,menurut saya, generasi tua harus mengikuti ritme kerja dan idealisme generasi muda dan bukan justru sebaliknya.

Langkah berikutnya adalah memastikan koneksi internet di lingkungan fakultas Adab mampu dipakai untuk berkomunikasi secara visual. Maka kita uji coba secara internal. Pada hari yang ditentukan kita uji coba antara dua komputer di kantor bagian akademik dan satu komputer di ruang jurusan Bahasa dan Sastra Arab.Hasilnya alhamdulillah memuskan, dengan catatan tebal, koneksi lewan jaringan LAN lebih baik ketimbang lewat wifi. Hasil tersebut kemudian saya sampaikan kepada Wakil Dekan bidang akademik.

Langkah berikutnya adalah mencoba berkomunikasi langsung (tahap uji coba)dengan pemateri. Kali ini saya mengajak bapak Wakil Dekan bidang akademik supaya bisa berkomunikasi langsung dengan Adhitya. Uji coba ini dilakukan dilokasi yang akan dipergunakan untuk acara berlangsung. Uji coba juga alhamdulillah berlangsung sukses, kami bisa mendengar suara Belanda, juga pihak Belanda mendengar suara kita pada saat yang bersamaan tanpa interval waktu yang lama. Itu artinya kualitas sambungan internet di lingkungan IAIN cukup okey. Dari uji coba tersebut kita memperoleh masukan dari bapak wakil Dekan, bagaimana suara dari Belanda bisa didengar seluruh peserta?  Bagaimana kemudian pertanyaan peserta kuliah juga bisa didengar di Belanda, dan bagaimana gambar peserta bisa ditampilkan dan dilihat pihak Belanda. Masukan tersebut akhirnya mampu kita sempurnakan kecuali masukan ketiga yang masih belum terselesaikan karena persoalan dana dan keterbatasan waktu (alasan kuno yo, tapi yang pasti acara kuliah online harus segera terlaksana agar semangat ini tidak mati di jalan).

”Okey mas Amiq bagaimana kalau kita selenggarakan kuliah online hari Rabo,24 April 2013 jam 3 sore” Begitu kira kira jawaban Adhitiya saat saya hubungi hari Senin waktu Surabaya.
”Waduh arek iki, semangate rek” begitu gumanku. Saya mencoba menawar bagaimana kalau diundur sehari, Hari Kamis, 25 April 2013 jam yang sama. Alasan saya sederhana, karena saya mau buat pengumuman lewat internet, bukan membuat pengumuman lewat printout yang ditempel di papan pengumuman. Kalau ada internet kenapa kita tidak bikin paperless announcement. Saya ingin punya waktu lebih bagi mahasiswa untuk membaca pengumuman. Selain itu juga saya ingin efektifitas penggunaan internet sebagai sarana mencari informasi bagi mahasiswa diketahui sedini mungkin. Joko Liswadi juga membuat formulir pendaftaran online lewat google document, dan juga bisa dicek hasil pendaftarannya secara online. Jos markojos!.

Akhirnya saya membuat pengumuman di tembok facebook atan nama saya berikut saya sertakan tautan formulir pendaftaran. Target saya hanya menjaring 50 peserta dalam 3 hari. Alhamulillah target terlampaui, peminat yang mendaftar ternyata 55 orang. Tadi pagi Joko datang ke saya, ”pak ternyata yang minat melebihi kuota, bagaimana ini?” saya jawab dengan enteng, yang memiliki nomer 51-55 kita letakkan di daftar tunggu, mereka tidak boleh masuk ruangan sebelum jam 15:00. Setelah jam tersebut, bila ada bangku kosong, mereka diperbolehkan masuk.

Peserta
Kuliah Online seri pertama diikuti 30 orang dengan memiliki latar belakangpendidikan, pekerjaan, gender yang berbeda. Dari ketiga puluh peserta, 2 orang diantaranya adalah mahasiswa paska sarjana, 5 orang dan selebihnya mahasiswa S-1. Lima orang peserta adalah adalah dosen sedangkan lainnya adalah mahasiswa. Enam diantaranya wanita, selebihnya adalah pria.

Survey
Untuk menjaga kualitas layanan kepada mahasiswa ada tiga pertanyaan utama. Survey ini untuk perbaikan ke depan apa bila Fakultas Adab ingin mengagendakkan program sejenis. Pertanyaan pertama adalah dari mana informasi mereka peroleh.Kedua apakah kegiatan yang mereka ikuti bermanfaat buat mereka, dan yang ketigaapakah kegiatan ini layak untuk dilanjutkan.

Hasil survey sungguh mengejutkan saya, ternyata seratus persen dari pesertaKuliah Online memperleh informasi dari facebook. Artinya, facebook cukup efektif sebagai sarana pengumuman. Dan yang paling enting adalah ada kesiapan budaya di kalangan mahasiswa untuk melakukan paperless activities. Di masa yang akan datang, pemumuan sebuah kegiatan sudah tidak perlu dilakukan dengan menempelkan pengumuman yang ditempel di tembok yang justru akan mengotori lingkungan dan memproduk polusi visual yang tidak perlu. Untuk pertanyaan kedua, mereka seluruhnya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat berguna dan inspiratif. Saya tentu saja mengucapkan terima kasih kepada Adhitya yang memberikan materi yang memacu semangat belajar mereka. Dan dalam menjawab pertanyaan ketiga semuanya menjawab, bahwa kegiatan ini harus dilanjutkan di masa depan. Ada salah satu mahasiswa Usuluddin bertanya apakah kegiatan ini akan dilaksanakan setiap minggu? Dengan berkelakar bahwa bila ini dilaksanakan setiap minggu maka Fakultas Adab akan kebanjiran peminat.

Epilog

Di awal tulisan ini, saya sebutkan bahwa dengan kegiatan ini akhirnya kita mengetahuikekurakan yang kita miliki. Pada Kuliah Online dengan memanfaatkan Google Hangout, kita mengetahui bahwa kualitas jaringan kita ternyata tidak sempurna amat, karena masih ada visual delay dan trouble yang kadang kadang cukup menjengkelkan meskipun secara audio lumayan memuaskan. Tapi kita tidak akan mengetahui kekurangan kita kalau kita tidak pernah mau mengadakan kegiatan semacam ini.

Masih ada mas’alah yang belum diperoleh solusinya dalam kegiatan ini,adalah bagaimana menampilkan secara visual peserta Kuliah Online. Tapi lagi-lagi ini menyangkut administrasi keuangan yang berada diluar wilayah saya.

Akhirnya saya mengucapkan selamat kepada kawan kawan muda yang membantu mewujudkan kegiatan sederhana ini, dan kepada para peserta Kuliah Online saya sangat berterima kasih karena telah bersedia menjadi saksi sejarah bahwa Fakultas kita telah melakukan sesuatu untuk melayani kalian, masukan agarkegiatan ini menjadi lebih baik di masa mendatang amat saya tunggu, tidak peduli itu berupa cacian. Kepada bapak pimpinan fakultas saya berterima kasih atas wiseful will yang telah membuat acara ini menjadi terlaksana. Kalaukita mau sebenarnya kita bisa membuat fakultas ini lebih baik. Yang belum hadir, saya tunggu pada pertemuan berikutnya.

Surabaya, 25 April 2013
Amiq Ahyad

Broadcasting Kuliah Online

Sya tidak menyangka kalau sesi kedua KuliahOnline menarik bagi kalangan akademik di luar IAIN Sunan Ampel Surabaya. Tadi pagi saya memperoleh pesan dari kawan saya, Faizuddin yang juga alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya dan kini menjadi staff di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meminta supaya Kuliah Online bisa dibroadcast ke UIN Maulana Malik Ibrahim. Tentu saja permintaan itu saya sambut dengan senang hati. Sebab tujuan utama dari Kuliah Online adalah untuk menggairahkan kegiatan akademis di lingkungan Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel pada khususnya, syukur kalau bisa memiliki efek domino di lingkungan akademis yang lebih luas.
Setelah pengumuman resmi Kuliah Online seri kedua saya posting di FB saya, ada permintaan kedua yang datang dari STAIN Jember untuk maksud yang sama. Lagi lagi saja jawab dengan jawaban yang sama. I am happy to serve you my friends.
Semoga di masa mendatang kegiatan yang sederhana ini memberi manfaat bagi kalangan akademik yang luas. Akhirnya saya ucapkan welcome to the community of Kuliah Online, enjoy it and have fun.!

Kuliah Online seri kedua

Ini adalah seri kedua dari serangkaian Kuliah Online yang akan diselenggarakan oleh Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kuliah Online kali ini akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis 16 Mei 2013
Jam              : 15:00
Tempat        : Laboratorium SPI, Gedung Baru Utara Fakultas Adab Lantai II
Tema           : Politik Minyak dan Arab Spring
Pembicara   : Andar Nubowo (Mahasiswa S-3, EHESS, Paris Perancis)
Peserta        : 50 orang saja
Bagi yang tertarik untuk hadir silahkan mengisi formulir yang telah tersedia secara online dan dapat diakses  di http://tiny.cc/paa7vw . Selanjutnya ada bahan bacaan terkain dengan tema yang akan disampaikan. Tidak wajib sih tapi untuk menambah koleksi e-book kita bolehlah diunduh secara gratis di http://www.4shared.com/office/l14Liunn/Francisco_Parra_Oil_Politics_A.html.
Akhirnya saya mengucapkan selamat mendaftar dan mengunduh e-book yang telah disediakan semoga semuanya ada manfaatnya bagi kemajuan kualitas akademis kita semua
(c) Amiq